https://ejournal-poltekamimedan.my.id/index.php/jme/issue/feedJournal of Maritime and Education (JME)2026-07-28T05:08:53+00:00Yuna Sutiayuna.sutia@yahoo.co.idOpen Journal Systems<p>Journal of Maritime and Education (JME) merupakan jurnal ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Adiguna Maritim Indonesia Medan. JME menjadi sarana publikasi hasil riset , aplikasi riset dan pengembangannya di bidang sains dan teknologi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan <strong>Februari</strong> dan <strong>Agustus</strong>. Edisi pertama yang diterbitkan secara cetak dan online pada bulan februari tahun 2019. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan kekantor redaksi. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan cetak dan online. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari paling lama 4 minggu</p> <p><strong>E-ISSN : <a class="font-weight-bold" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit?search=2656-0658" target="_blank" rel="noopener">2656-0658</a> | P-ISSN: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1547729268" target="_blank" rel="noopener">2656-0658</a></strong></p>https://ejournal-poltekamimedan.my.id/index.php/jme/article/view/252SISTEM PENGURUSAN SERTIFIKAT KONSTRUKSI KAPAL PADA KANTOR SYAHBANDAR DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS II MARUNDA OLEH PT. TIRTA PERMAI BAHARI CABANG TANJUNG PRIOK2026-07-28T03:33:34+00:00Yepta Vianus Marbunmarbunyeftavianus@gmail.comNursyahrul Ritongamarbunyeftavianus@gmail.comIrma Handayanimarbunyeftavianus@gmail.comRestu Mujionamarbunyeftavianus@gmail.comRajendra Sihitemarbunyeftavianus@gmail.com<p>Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengurusan Sertifikat Konstruksi Kapal pada Kantor Syahbandaran dan Otoritas Pelabuhan. Penelitian dilakukan untuk manganalisi sistem simkapel dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan dalam sistem pengurusan Sertifikat Konstruksi Kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama berasal dari lama penerbitan Kode Billing oleh instansi, banyaknya penemuan kerusakan peralatan kapal saat inspeksi dan sulitnya pengunggahan dokumen syarat karena ukuran file terlalu besar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengurusan sertifikat tidak semena-mena saja melainkan sangat penting untuk keselamatan awak kapal, muatan dan kapalnya. Dalam sistem pengurusaan yang di ingikan perlu pengawasan instansi di sistem serta perawatan kapal untuk keaman dan keselamatan pekerja diatas kapal supaya menimbulkan peningkatan pelatihan tenaga yang profesional. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode lapangan (field research) melalui observasi, serta metode pustaka (library research) dengan menelah peraturan perundang-undangan, dengan literatur hukum dan dokumen terkait.</p>2026-07-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yepta Vianus Marbun, Nursyahrul Ritonga, Irma Handayani, Restu Mujiona, Rajendra Sihitehttps://ejournal-poltekamimedan.my.id/index.php/jme/article/view/255PROSES PENERBITAN PENGESAHAN COLLECTIVE BARGAINING AGREEMENT (CBA) PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN2026-07-28T05:08:53+00:00Dafid Gintinglilismpd1976@gmail.comYuris Danilwanlilismpd1976@gmail.comLilis Lilislilismpd1976@gmail.comYuna Sutriayunasutria27@gmail.comElsa Widia Astuti .Nyunasutria27@gmail.com<p>Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas dan fungsi merumuskan serta melaksanakan kebijakan, standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur serta pelaporan di bidang kelaikan kapal, persyaratan pengawakan kapal serta perlindungan awak kapal, standarisasi sertifikat pelaut, manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. Selain menandatangani Perjanjian Kerja Laut (PKL), pelaut juga harus dilindungi dengan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Collective Bargaining Agreement (CBA). Mengingat banyak nya pengaduan awak kapal/pelaut yang diterima oleh Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) maka setiap perusahaan yang merekrut dan menempatkan awak kapal/pelaut dikapal berbendera asing wajib memiliki Collective Bargaining Agreement (CBA) karena kesepakatan ini mengatur tentang : upah (berdasarkan jabatan), jam kerja, pembayaran lembur, hari libur, tunjangan, dan lain-lain. Kelengkapan dokumen persyaratan penerbitan Pengesahan Collective Bargaining Agreement (CBA) sangat mempengaruhi kelancaran pelayanan proses penerbitan pengesahan CBA. Makalah ini ditulis berdasarkan observasi di lapangan dan melakukan pengamatan bersama para pegawai maupun staff Subdirektorat Kepelautan secara langsung bagaimana aktivitas-aktivitas kantor di lingkungan Direktorat Kepelautan untuk mengetahui lebih dekat bagaimana Direktorat Kepelautan melaksanakan kegiatan dalam proses penerbitan pengesahan. Dalam penanganan penerbitan pengesahan Collective Bargaining Agreement (CBA) dilingkungan Subdirektorat Kepelautan sudah sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan No PM 84 Tahun 2013 tentang perekrutan dan penempatan awak kapal. Penulisan makalah ini menggunakan 2 (dua) jenis metode penelitian, diantaranya adalah sebagai berikut: metode penelitian lapangan (field research) dan metode penelitian kepustakaan (library research).</p>2026-07-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dafid Ginting, Yuris Danilwan, Lilis Lilis, Yuna Sutria, Elsa Widia Astuti .Nhttps://ejournal-poltekamimedan.my.id/index.php/jme/article/view/250 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENERBITAN MEDICAL CHEST DI BALAI BESAR KEKARANTINAAN BELAWAN OLEH PT. PELAYARAN SEMESTA SEJAHTERA LESTARI BELAWAN2026-07-28T03:00:49+00:00Syarifur RidhoSyarifurRidho@gmail.comDina Rispiantirispiantidina@gmail.comFadiyah Hani Sabilarispiantidina@gmail.comArthur Rafael Nababanrispiantidina@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong>. Penerbitan <em>Medical Chest</em> merupakan salah satu persyaratan penting dalam menjamin keselamatan dan kesehatan awak kapal sesuai dengan ketentuan pelayaran nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerbitan <em>Medical Chest</em> di Balai Besar Kekarantinaan Belawan yang dilaksanakan oleh PT. Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses penerbitan, serta mengevaluasi efektivitas implementasi SOP tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan <em>field research</em> melalui observasi langsung serta <em>library research</em> melalui studi literatur dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerbitan <em>Medical Chest</em> meliputi penunjukan keagenan kapal, persiapan dokumen, penginputan data melalui sistem SINKARKES, pembayaran PNBP, hingga penerbitan sertifikat oleh Balai Besar Kekarantinaan Belawan. Implementasi SOP mampu meningkatkan ketertiban administrasi, transparansi, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti kelengkapan dokumen, koordinasi antarinstansi, dan optimalisasi sistem digital. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi, serta pengembangan sistem pelayanan berbasis digital guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerbitan <em>Medical Chest</em> di masa mendatang.</p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syarifur Ridho, Dina Rispianti, Fadiyah Hani Sabila, Arthur Rafael Nababanhttps://ejournal-poltekamimedan.my.id/index.php/jme/article/view/253Pengaruh Kelaiklautan Terhadap Keselamatan Kapal LCT PRMA -1 di Perusahaan PT.Bunga Nusa Mahakam2026-07-28T03:58:49+00:00Suratni Gintingsuratniginting27@gmail.com<p>Pengaruh kelaiklautan dapat diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan terhadap kapal untuk mencegah terjadinya kerusakan,keselamatan dan mengembangkan kepada kondisi yang lebih baik. Pekerjaan perbaikan kapal dibutuhkan jika ada kerusakan yang terjadi, karena usia kapal yang bertambah dan ausnya bagian-bagian dari konstruksi kapal,sehingga berakibat berkurangnya kemampuan kapal. Adapun pokok masalah dalam skripsi ini adalah bagaimanakah perencanaan pengimplementasi kelaiklautan kapal LCT PERKASA PRIMA1pada PT.Bunga Nusa Mahakam.,bagaimanakah kesesuaian kelailautan pada PTBunga nusa mahakam dan apakah ada pengaruh kelaiklautan kapal terhadap kinerja kapal LCT.PERKASA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam.Untuk memecahkan masalah penulis menggunakan 2(dua) metode yaitu pertama Metode Pengumpulan Data berupa Penelitian Lapangan dan Riset Kepustakaan,Kedua Teknik Analisis Data dengan menggunakan Pembobotan Skala Likert,Analisis Regresi Linear sederhana, analisis koefisien korelasi,analisis koefisien penentu dan uji hipotesis.Hasil Analisis dan Pembahasan menunjukkan ada pengaruh kelaiklautan kapal terhadap kinerja kapal motor LCT.PERKASA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam yang ditunjukkan dengan analisis regresi linier sederhana,analisis koefisien korelasi sederhana, analisis koefisien penentu dan analisis pengujian hipotesis.Berdasarkan kesimpulan menunjukkan analisis regresi linier sederhana diperoleh nilai Y = 8,279 + 0,786X bahwa pengaruh kelaiklautan kapal terhadap kinerja kapal LCT PERKSA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam adalah searah (positif), hal tersebut ditunjukkan pada koefisien regresi atau nilai b dalam persamaan regresi tersebut yang menunjukkan angka positif sebesar 0,786 yang mengandung arti bahwa setiap kelaiklautan kapal 1satuan akan diikuti dengan keselamatan kinerja kapal motor LCT.PERKSA PRIMA 1pada PT.Bunga Nusa Mahakam sebesar 0,786 satuan.Dengan kontanta sebesar 15,038.Analisis koefisien korelasi sederhana diperoleh nilai r sebesar 0,724.Dari hasil tersebut, tampak bahwa hubungan kelaiklautan kapal dengan keselamatan kapal LCT.PERKSA PRIMA 1 pada PT.Bunga nusa mahakam adalah kuat dan searah (positif). Analisis koefisien penentu diperoleh nilai sebesar 0,524 atau 52,4%.Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh positif dari kelaiklautan kapal terhadap keselamatan kapal motor LCT.PERKSA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam sebesar 52,4% sedangkan sisanya 47,6% merupakan pengaruh faktor lain. Analisis pengujian hipotesis diperoleh nilai t<sub>hitung </sub>(5,556) > t<sub>tabel. </sub>(1,701) Hal ini menunjukkan bahwa perawatan mesin kapal mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja kapal LCT.PERKASA PRIMA 1 pada PT.Bunga Nusa Mahakam sehingga jelas Ho ditolak dan H<sub>a</sub> diterima berarti hipotesis diterima.</p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Suratni Gintinghttps://ejournal-poltekamimedan.my.id/index.php/jme/article/view/251PROSES STUFFING DAN STRIPPING CONTAINER PADA PT. TANTO INTIM LINE CABANG MEDAN-BELAWAN2026-07-28T03:17:11+00:00Eka Fransiskaekafransiska2210@gmail.comMeriah Kita Delianaekafransiska2210@gmail.comAja Avrianaekafransiska2210@gmail.comNurul Hafilda ekafransiska2210@gmail.comStevie Wulandariekafransiska2210@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong>. <em>Container</em> telah menjadi tulang punggung dalam memfasilitasi pergerakan barang di seluruh dunia. Proses pelaksanaan pemasukan atau pengeluaran barang dari <em>container </em>dilakukan dengan berbagai cara antara lain <em>stuffing</em> dan <em>stripping.</em> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses, dokumen serta hambatan <em>stuffing</em> dan <em>stripping</em> pada PT. Tanto Intim Line Cabang Medan - Belawan serta untuk menambah wawasan dan keterampilan bagi penulis dan pembaca untuk memasuki lapangan pekerjaan sesuai dengan program studinya. Proses <em>stuffing</em> adalah pengepakan barang yang dilakukan ke dalam <em>container</em>. Dalam melaksanakan proses <em>stuffing</em> pemilik barang harus melakukan syarat-syarat yang sudah ditentukan perusahaan agar mempermudah dalam melakukan kegiatan nantinya. proses <em>stripping</em> adalah proses bongkar barang dari dalam <em>container</em>. Proses stripping adalah prosedur memindahkan barang yang telah di <em>packing </em>dan masuk <em>container </em>dan memiliki kode-kode yang tertera agar petugas mudah mencari dan mengeluarkan dari dalam <em>container</em> lalu menumpuknya digudang penumpukkan atau <em>Container Freight Station</em> (CFS). Dengan berjalan lancarnya kegiatan <em>Stuffing container</em> yang sudah diisi dengan skema tumpukan yang sudah direncanakan, maka EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) membuat gambaran muatan yang ada didalam <em>container</em> dengan cara difoto untuk bukti bahwa <em>Stuffing</em> telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan rencana. Setelah <em>container</em> selesai dibongkar dan dibawa ke Depo, setelah berada di Depo maka ada beberapa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) atau si pemilik barang meminta untuk melaksanakan <em>Stripping</em> di Depo untuk menghemat biaya. Metode penulisan yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan <em>methode</em> <em>Field Research </em>(penelitian lapangan) dan <em>methode</em> <em>Library Research </em>(pengambilan data dari perpustakaan).</p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Eka Fransiska, Meriah Kita Deliana, Aja Avriana, Nurul Hafilda , Stevie Wulandarihttps://ejournal-poltekamimedan.my.id/index.php/jme/article/view/254PELAKSANAAN KEBIJAKAN TENTANG PENERBITAN SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR (SPB) DI KANTOR KESYAHBANDARAN OLEH PT. MULTI JAYA SAMUDERA BELAWAN 2026-07-28T04:21:08+00:00Taruna Tarunaginting_taruna@yahoo.comYusnidah Yusnidahginting_taruna@yahoo.comFahmi Rinaldiginting_taruna@yahoo.comDirhamsyah Dirhamsyahginting_taruna@yahoo.comSandryco Dame Pridolin Panggabean ginting_taruna@yahoo.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana PT. Multi Jaya Samudera menerapkan kebijakan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) di Kantor Kesyahbandaran. Surat Persetujuan Berlayar adalah dokumen penting yang harus dimiliki oleh setiap kapal sebelum berlayar untuk memberikan izin dan pengawasan agar operasional pelayaran sesuai dengan peraturan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Untuk mendapatkan SPB, perusahaan pelayaran harus mengikuti beberapa prosedur dan persyaratan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan deskriptif, penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen Kantor Kesyahbandaran untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Multi Jaya Samudera melakukan penerbitan SPB secara umum sesuai dengan peraturan. Namun, ada beberapa masalah yang dihadapi, seperti kekurangan sumber daya manusia dan waktu pemrosesan yang kadang-kadang lebih lama dari yang diharapkan. Tingkat pemahaman kebijakan oleh staf, koordinasi antar instansi, dan kesiapan fasilitas pendukung adalah faktor tambahan yang memengaruhi pelaksanaan kebijakan ini. Untuk membuat proses penerbitan SPB lebih efisien dan efektif, penelitian ini menyarankan peningkatan pelatihan bagi petugas terkait. Selain itu, prosedur dan sarana pendukung harus diperbarui.</p>2026-07-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Taruna Taruna, Yusnidah Yusnidah, Fahmi Rinaldi, Dirhamsyah Dirhamsyah, Sandryco Dame Pridolin Panggabean